DPW PKS Bali Lantik 30 Anggota Pelopor Baru

BALI – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Bali melantik sebanyak 30 orang menjadi anggota Pelopor Madya, bertempat di sekretariat kantor DPW PKS Provinsi Bali, Jalan Gunung Resimuka, pada Minggu, (23/1/2022).

Pelantikan ini dilakukan setelah anggota mengikuti pendidikan dan dinyatakan lulus. Anggota yang dilantik terdiri dari 16 orang laki-laki dan 14 orang perempuan.

Acara yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilaksanakan secara khidmat dan tetap memperhatikan protokol Kesehatan.

Pembacaan Surat Keputusann oleh Sekretaris DPW PKS Bali Zulrachmad Lonthor, sedangkan pembacaan Naskah Pelantikan sekaligus arahan dilakukan oleh Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) Djoko Wahjono.

Dalam sambutannya, ketua Bidang Kaderisasi (BK) Agus Yulianto menyampaikan bahwa anggota yang dilantik merupakan etalase partai Islam rahmatan lil’alamin di tengah masyarakat.

Menurutnya, pelantikan tersebut adalah proses kaderisasi untuk penyiapan kepemimpinan yang akan meneruskan tongkat estafet selanjutnya.

“Dalam konteks kebangsaan, pembinaan Anggota PKS adalah untuk menjadi teladan yang siap dan layak menjadi pemimpin dalam kebhinekaan merajut harmoni bangsa beedasarkan Pancasila dan UUD NRI tahun 1945 menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelas Agus Yulianto.

Sementara Ketua MPW Djoko Wahjono saat memberikan arahan kepada anggota yang baru dilantik menyatakan bahwa  anggota pelopor harus menjadi penggerak dan  kontributor kebaikan.

“Anggota pelopor diharap dapat menjadi mesin penggerak dan teladan. Ke depan, akan lebih banyak aktivitas pelayanan kepada masyarakat, karenanya seluruh kader harus dapat berkontribusi sebagai pelopor kebaikan seperti yang selama ini dapat kita akses di seluruh media,” jelas Djoko Wahjono.

Lebih lanjut, Djoko Wahjono menyatakan bahwa jantungnya partai politik adalah kaderisasi dalam menciptakan calon pemimpin bangsa.

 “Kaderisasi adalah jantungnya partai politik. Karena fungsi kaderisasi adalah menciptakan calon pemimpin bangsa yang memegang tongkat estafet kepemimpinan ke depan,” ungkap Djoko Wahjono.

(AM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *